• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

3 Tahun Bersama SerABi

Oleh : Agus Fatah ( Aktivis konservasi Air AN NAHL Ecopark)

Anda pernah makan kue serabi?, gurih dan manis rasanya. Di AN NAHL Islamic School (AIS) ada serabi juga loh, Tapi bukan kue. SerABi di AIS adalah nama sebuah program. Alhamdulillah program SerABi di AIS memasuki tahun ke 3.

Apa itu Program SerABi?, SerABi adalah akronim dari Seribu AN NAHL Biopori (pembuatan lubang biopori sebanyak mungkin). Program SerABi ini digagas oleh Mr. Awang Darmawan (Team Kreatif AN NAHL Islamic School).

Menurut Mr. Agus (anggota team sukses program SerABi), memasuki tahun ke 3 jumlah lubang biopori yang berhasil di dibuat oleh siswa dan guru berjumlah 150 lubang.

Pembuatan lubang biopori sedalam 1 meter dengan diameter 25 cm dimaksudkan untuk menyerap air hujan agar AIS punya cadangan air tanah yang cukup sehingga di musim kemarau tidak kekurangan air.

Kesadaran akan pentingnya menyimpan air tanah melalui pembuatan lubang biopori, sumur resapan dan penanaman pohon yang mampu menyerap banyak air harus terus dikampanyekan terutama kepada para generasi muda. Hal ini menjadi sangat penting karena air adalah sumber kehidupan, dan dari hari ke hari kemampuan bumi menyimpan air semakin berkurang karena alih fungsi lahan seperti hutan, dan area resapan air lainnya yang menjadi perumahan dan kawasan industri.

Lubang biopori sangat baik jika dibuat di bawah pohon lalu diisi dengan dedaunan dan sampah organik (sisa makanan, sayuran dan buah). Hal tersebut akan membuat tanah makin subur, nutrisi untuk pohon terpenuhi dan mampu menyerap dan menyimpan air hujan dalam jumlah yang banyak. Sebaiknya di bawah setiap pohon besar dibuatkan 3 lubang biopori.

Alhamdulillah dengan program SerABi dan penanaman sejumlah pohon pelindung dan produktif kini telah ditemukan mata air di tebing kawasan AN NAHL Ecopark.
Ditemukannya mata air di tebing kawasan Annahl Ecopark menjadi berkah bagi warga AIS dan masyarakat sekitarnya. Hal tersebut patut disyukuri dengan cara menjaga mata air tersebut dan terus melakukan pembuatan lubang biopori dan menanam banyak pohon yang mampu menyerap banyak air seperti pohon sukun, trembesi dan bambu.

Mari menabung air tanah, menjaga mata air tetap mengalir, jangan sampai di musim panas nanti kita kehabisan air dan air mata kita mengalir karena mata air tak lagi mengalir.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by