• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Cukup Rosulullah Sebagai Teladan

Oleh: Mahmulatin,S.Ag (Walas 5D)

Semangat manusia itu naik turun kadang menggebu-gebu kadang pula malas. Apa saja dibuat malas padahal sudah tahu bahwa sifat malas itu adalah sifatnya setan. Tapi itulah manusia kecuali manusia pilihan yaitu Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.Sejak remaja, Rasulullah SAW merupakan seorang yang pekerja keras, gigih dan ulet. Beliau berdagang jauh sampai ke Syam (Suriah sekarang). Berkat kerja keras itu usaha dagang Rasulullah SAW berkembang. Bahkan ketika resmi diangkat sebagai Rasul dan pemimpin umat semangat kerja Nabi Muhammad SAW tidaklah kendor, dari urusan dunia hingga pemerintahan, ekonomi sampai dengan membuat benteng untuk strategi militer.

Kegigihan dan keuletan dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Selain memang tauladan dari sifat-sifat Rasul. Ini menjadi relevan untuk diterapkan di dunia kerja saat ini. Terlebih dilingkup lembaga pendidikan seperti di An Nahl ini dimana bekerja tidak hanya untuk memajukan pendidikan tetapi yang utamanya adalah menjadi teladan dalam segala ucapan dan perbuatan. Tauladan

Rosulullah seperti inilah yang patut ditiru dalam kehidupan kita sehari- hari. Juga mengenai etos kerj dimana dalam lembaga yang cukup besar ini dituntut dengan etos kerja yang kuat dan profesional. Banyak sekali scedule kegiatan maupun administrasi yang harus segera diselesaikan. Dari mulai pagi hingga sore hari segudang aktiftas dan administrasi yang menjadi kewajiban dan semua deadline. Bagaimana kita menyelesaikan pekerjaan- pekerjaan tersebut sebaik-baik mungkin. Berlomba- lomba untuk kebaikan dan menyelesaikannya tepat waktu. Seperti itu pula yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW sebagai teladan umat manusia.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allâh “ [al-Ahzâb/33:21]

Walaupun ayat ini turun ketika di dalam keadaan perang Ahzâb, akan tetapi hukumnya umum meliputi keadaan kapan saja dan dalam hal apa saja. Atas dasar itulah ayat yang mulia ini merupakan fondasi/dalil yang agung dalam meneladani Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau. Orang-orang diperintahkan meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Ahzâb, dalam kesabaran, usaha bersabar, istiqomah, perjuangan, dan penantian beliau terhadap pertolongan dari Rabbnya.

Begitu pula etos kerja kita hendaknya menjadikan Baginda Rosulullah sebagai sang guru dan teladan bagi kita dalam bekerja. Sangatlah tak pantas jika kita masih bermalas-malasan dan banyak mengeluh dalam menjalankan tugas dan kewajiban kita. Bagaimana Rosulullah dapat membagi waktunya dengan sangat cerdas dengan kesibukan yang luar biasa dari urusan dunia maupun akhirat tak satupun luput dari tanggung jawabnya untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Semoga sholawat dan salam selalu dilimpahkan kepada beliau sampai hari Pembalasan”.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by