• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Guru Nyasar yang Sadar

Oleh: Nita Sulistiyawati, S.Hum

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Mengawali tulisan ini, saya akan sedikit bercerita bagaimana perjalanan selama mengabdi di An Nahl Islamic School.

Bermula dari seorang “penjaga perpustakaan” atau sebutan kerennya “pustakawan” (tapi merasa tidak PD karena bukan dari jurusan ilmu perpustakaan). Hehehe…. Di tahun pertama saya di An Nahl, saya ditempatkan di perpustakaan. Ini adalah pengalaman pertama saya bekerja. Saya yakin, apa pun pekerjaannya akan mudah dilakukan ketika ada niatan dan hati yang ikhlas pastinya (walaupun melenceng dari jurusan saat kuliah). Selain menjaga perpustakaan, saya diamanati Bunda Wiwik menjadi sekretaris PPDB tahun 2018-2019. MasyaAllah, di awal bekerja sudah mendapat banyak sekali pengalaman. Dari yang tidak tahu menjadi tahu dan akhirnya terbiasa.

Singkat cerita…

Di tahun kedua, saya ditempatkan di unit SMP sebagai guru Bahasa Indonesia. Saya tidak percaya diri karena latar belakang pendidikan saya adalah Bahasa Indonesia murni. Itu menjadi tantangan baru bagi saya. Rasa takut, bingung, tegang, bercampur menjadi satu. Pertama kali bergabung di SMP, saya mengikuti raker. Entah harus memulai dari mana, saya tidak pernah mengenal apa itu RPP, Silabus, dan administrasi guru lainnya.

Karena kepusingan yang saya rasakan (gara-gara harus buat administrasi guru), membuat saya jatuh sakit selama 2 hari dan akhirnya izin tidak masuk kerja. Padahal selama di An Nahl sebelumnya, alhamdulillah selalu diberi kesehatan dan selalu masuk kerja.

Saya belum siap menjadi seorang guru.

Di awal menjadi bagian dari SMP, saya diberi tugas mengikuti Bimtek di Sekolah Bina Bangsa Mandiri selama 6 hari dengan beberapa teman. Di antaranya, Mrs Widia, Mrs Novi, Mrs Reni, Mr Hamid, Mr Gunawan, dan Mr Fajar. Alhamdulillah, mendapat bekal lagi, banyak pembelajaran dari sana.

Di tanggal 09 Agustus 2018, ada kegiatan ON yang mana saat mengajar didampingi oleh pengawas. MasyaAllah, saat itu pula seketika pikiran ambyar. “Bisa tidak ya saya mengajar di depan pengawas”, hanya itu yang tersirat di benak saya. Saya pun telah mempersiapkan semua, baik dari materi, RPP, maupun yang lainnya.

Saya masuk di kelas 7 Hafshah ditemani bapak pengawas (entah namanya siapa, saya lupa). Hingga pembelajaran selesai, Bapak itu tersenyum. Ternyata ketika dibeberkan hasilnya, ia merasa puas dengan bentuk pembelajaran yang dikaitkan dengan ayat suci Al Qur’an. MasyaAllah… Saya merasakan bahagia dan haru yang luar biasa karena bisa melewati waktu yang bagi saya sangat menegangkan.

Tantangan baru datang ketika pandemi Covid-19 melanda. Semua guru dipaksa (khususnya saya) harus lebih kreatif dalam mengajar. Nah, salah satu pembelajaran daring dilakukan melalui Zoom Meeting. Dari situ, banyak terkendala masalah jaringan dan tidak kondusifnya para siswa saat belajar. Karena hal itu, saya berinisiatif membuat video pembelajaran yang kemudian saya unggah ke youtube peribadi. Awalnya karena kendala tadi, saya khawatir saat pembelajaran mereka tidak menyimak dengan baik. Dengan membuat video pembelajaran, para siswa bisa belajar kembali kapan pun mereka mau. Jujur, ketika hal itu sudah saya lakukan, saya menjadi lebih ada rasa tanggung jawab untuk rutin membuat video pembelajaran.

Saya pun belajar sedikit mengenai editing video. Saya belajar dari menonton tutorial di youtube hingga saya perlahan mampu mengaplikasikannya. Alhamdulillah, ketika ada usaha maka di situ ada hasil yang membuat saya semakin semangat dalam menggali ilmu baru.

Hari demi hari telah saya lalui di unit SMP. Waktu terasa sangat singkat. Kini sudah menginjak tahun ketiga saya menjadi seorang guru. Ternyata kesasarnya saya menjadi seorang guru membuat saya semakin sadar bahwa saat saya masih kecil, saya pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Begitu pun ibu, kakek, dan nenek saya, mereka selalu berkata “kamu nantinya mau jadi guru ya ndok.” MasyaAllah ini sudah menjadi kehendak Allah, apa yang kami harapkan menjadi sebuah kenyataan. Menjadi seorang guru juga insyaAllah akan menjadi amal jariyah di akhirat nanti. Aamiin… Dari hal ini, saya pun menyadari bahwa kekuatan do’a itu luar biasa, saat kita mau berusaha, kita selalu mencoba hal baru, bahkan kita berani menghadapi tantangan dengan percaya diri, maka hasil akhir yang diperoleh adalah suatu keberhasilan. Terima kasih kepada semua sahabat di An Nahl Islamic School yang tercinta. Semoga coretan ini bermanfaat.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Bantuan