• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Jangan Sepelekan Posisi Duduk!

oleh Nita Sulistiyawati, S.Hum

Sejak pandemi, semua aktivitas dilakukan di rumah. Berawal pada pertengahan Maret 2020, semua murid diliburkan selama sepekan. Namun hal itu menjadi awal dari pembelajaran daring, yang mana semua murid melaksanakan pembelajaran hanya melalui grup Whatsapp. Membosankan sekali. 

Pembelajaran daring ini secara tidak langsung membuat kita menjadi orang yang jarang sekali bergerak. Kita seringkali menghabiskan waktu hanya di depan gadget. Artinya, posisi kita hanya duduk dan duduk. Efek dari kegiatan inilah yang memiliki pengaruh sangat tidak baik, khususnya bagi kesehatan kita. Posisi duduk sebaiknya dilakukan maksimal dua jam. Setelah itu kita usahakan untuk istirahat dengan melakukan banyak hal lainnya.  Misalnya 5-10 menit untuk jalan. 

Duduk terlalu lama dapat mengakibatkan  gangguan leher dan juga  tulang belakang. Jadi, beban itu harusnya di kaki tetapi jadi ke pinggang. Jika duduknya lebih dari 4 jam, nanti akan disebut sindrom saraf kejepit. Karena cakram menahan beban sehingga cepat beregenerasi. Mengiritasi saraf tulang belakang. Akibatnya jadi sering nyeri dan sakit. Untuk menjaga kesehatan, berikut hal yang dilakukan ketika duduk:

  • Posisi lutut sebaiknya sejajar dengan pinggul, dalam 30 menit kita harus ganti posisi duduk. 
  • Pilih kursi yang dapat menopang bagian punggung. Hal ini untuk menghindari lordosis (lengkungan di pinggang). 
  • Duduk harus sejajar, kalau tidak sejajar boleh diberi bantal.
  • Posisi kaki saat duduk harus menapak ke tanah/ lantai atau jika ada bar meja di bawahnya, kaki lebih bagus dinaikkan. Karena otot akan lebih rileks. Lutut seharusnya sejajar dengan panggul atau lebih tinggi posisinya. 
  • Duduk terlalu lama dapat mengganggu kesehatan otak. Karena jika kita duduk, aliran darah tidak berjalan dengan baik. Padahal otak kita memerlukan  aliran darah dan oksigen.
  • Duduk terlalu lama membuat organ tubuh tidak sehat.

 

Nah, kerusakan tulang belakang akibat posisi duduk di antaranya:

  1. Lordosis atau dapat disimpulkan dengan singkatan “tupu babakok pan” yang artinya tulang punggung bagian bawah bengkok ke depan.
  2. Kifosis (tupu batas kungkang) yaitu tulang punggung bagian atas melengkung ke belakang.
  3. Skoliosis (tukang kusam) yaitu tulang belakang melengkung ke samping.

Selain berakibat pada kesehatan, rupanya posisi duduk ini sudah dijelaskan dalam Islam. Ada beberapa posisi tertentu yang Allah murkai, di antaranya:

  • Posisi tangan kiri ke belakang samping dan dijadikan sandaran.

Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR Abu Daud).

  • Duduk memeluk lutut

Dari Sa’id bin Abu Ayyub telah menceritakan kepadaku Abu Marhum dari Sahl bin Mu’adz dari ayahnya bahwasannya melarang Nabi صلى الله عليه وسلم  dari duduk ihba (duduk dengan meletakkan kedua lutut di dada) pada hari (khutbah) Jumat sewaktu imam berkhutbah.” (HR Tirmidzi).

  • Duduk seperti anjing

Witir sebelum tidur dan puasa tiga hari pada setiap bulannya. Dan melarangku mematuk (dalam salat) seperti ayam mematuk, duduk seperti duduknya anjing, dan menoleh seperti berpalingnya serigala.” (Musnad Ahmad).

 

Untuk itu, ada posisi duduk yang biasa Nabi صلى الله عليه وسلم lakukan:

  • Lutut diangkat sampai menempel ke perut

Dari Qailah binti Makhramah meriwayatkan, “Qailah melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم di dalam masjid, beliau sedang duduk dengan lutut diangkat menempel ke perut. Qailah berkata, Ketika aku melihat Rasulullah duduk dengan sangat khusyuk aku gemetar karena takut.” (HR Abu Dawud).

  • Duduk menekuk lutut

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA meriwayatkan, “Di dalam masjid, Rasulullah duduk memeluk lutut dengan punggung kakinya diikat baju.” (HR Baihaqi).

  • Bersandar menggunakan bantal

Dari Jabir bin Samurah RA meriwayatkan, “Aku melihat Rasulullah bersandar ke bantal di sisi kiri tubuh beliau.” (HR Tirmidzi).

 

Ternyata posisi duduk tidak dapat kita sepelekan, semua sudah ada anjuran dan larangannya (dimurkai Allah). Hal ini penting diketahui, karena miris sekali jika hal yang seringkali disepelekan justru sangat banyak efeknya.  Kita sebagai Muslim dianjurkan untuk mengikuti kebiasaan Nabi صلى الله عليه وسلم  dalam hal apapun, terutama di sini dalam posisi duduk. 

 

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Bantuan