• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Mencintai Nabi Muhammad

Oleh: Farid Muhammad (Guru Al Quran SD An Nahl Islamic School)

Satu bahasan yang sangat penting bagi setiap muslim karena mencintai Rasulullah ﷺbukan masalah sampingan, bukan masalah sekunder, akan tetapi  itu merupakan masalah yang inti dan bagian dari keimanan setiap muslim. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi kita Muhammad ﷺ , beliau bersabda dalam satu hadits:

“Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita melihat kecintaan pada Nabi ﷺ menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan setiap muslim. Dia adalah bagian inti dari keimanan dan itu pula yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad ﷺ kepada setiap sahabat dan kepada semua umat Islam dan para sahabat mengaplikasikan hadits ini dengan baik sekali mereka mencintai Rasulillah ﷺ.

Ada suatu riwayat yang disebutkan dari Tsauban, suatu ketika Tsauban tidak bertemu dengan Rasulillah ﷺ beliau merasakan rasa kesepian yang luar biasa hanya sehari tidak bertemu dengan rasulillah. Ketika Rasulullah datang Tsauban langsung mengatakan kepada Rasulillah ﷺ “aku merasa kesepian ya Rasulillah ﷺ.” Bayangkan seorang pelayan merasa kesepian karena berpisah dengan Rasulillah ﷺ.

Dalam kondisi itu Tsauban menangis dan Rasulullah bertanya kepada Tsauban, “apa yang membuat engkau menangis?” Tsauban menjawab dengan jujur tentang isi hatinya bahwa dia ingat tentang perpisahan dengan Rasulillah ﷺ. Nanti ketika Rasulullah meninggal dunia dan dia sendiri meninggal dunia maka akan berpisah, Rasulullah berada di surga yang tinggi didalam Jannah Al Firdaus Al ‘Ala sementara Tsauban berada ditempat yang lain beliau teringat dengan kondisi tersebut dan itu yang membuat Tsauban akhirnya menangis.Tetapi Rasulullah ﷺ mengatakan kepada Tsauban, “setiap orang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.”

Ada seorang ulama mengatakan bahwa perasaan Tsauban menunjukan kedekatan dengan Rasulullah yang luar biasa. Mengapa demikian? Karena Tsauban meskipun nantinya akan masuk kepada Surganya Allah ﷻ, meskipun banyak kenikmatan yang di berikan Allah ﷻ, mendapatkan karunia di Surga tetapi kedekatan dengan Rasulillah ﷺ adalah suatu hal yang membuat beliau tidak bisa merasakan kenikmatan itu dengan baik dan ini yang dirasakan oleh Tsauban Radhiyallahu anhu.

Ini kecintaan sahabat kepada Rasulillah ﷺ dan ini pula yang seharusny menjadi kecintaan setiap muslim keoada Rasulillah ﷺ kita cinta kepada beliau, karena beliau telah berkorban, berjuang, beliau telah mengorbankan semua kehidupan beliau untuk kebahagiaan dan keselamatan umat Islam. Bagaimana caranya kita menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ ?

Kecintaan kepada Rasul ﷺ  minimal bisa dilakukan dengan lima hal:

Yang pertama adalah bagaimana kita senantiasa berusaha menjauhi dosa dan maksiat kepada Allah ﷻ. Menjauhi dosa dan maksiat adalah jalan kita untuk lebih dekat dengan Rasulillah ﷺ. Pasalnya Rasulullah adalah orang yang paling jauh dari dosa dan maksiat, Rasulullah tidak suka kepada dosa dan maksiat, karena itu kalau kita ingin dekat dengan Rasulullah, bisa dekat dengan Rasulillah ﷺ maka caranya kita harus menjauhi dosa dan maksiat. Seringkali yang membuat kita mempunyai jarak dengan Rasulullah adalah dosa yang kita lakukan. Seringkali cinta itu tidak tumbuh dalam hati kita karena dosa yang kita lakukan.

Kemudian yang kedua, apabila kita ingin mencintai Rasulullah kita dapat melakukan dengan cara banyak membaca shalawat kepada Nabi kita Rasulullah ﷺ. Karena membaca Shalawat akan menanamkan benih-benik kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Kita akan selalu terkenang, teringat dengan Rasulillah ﷺ. Dan Allah yang akan menjaga kecintaan tersebut, bagaimana tidak?  Karena Rasulullah mengatakan, “siapa yang bershalawat, satu kali dia bershalawat kepadaku, Allah yang akan membalasnya dengan 10 shalawat.” Bayangkan balasan langsung datang dari Allah ﷻ.

Yang ketiga, kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ maka kita harus membaca sirah Nabi kita ﷺ, karena tidak mungkin kita mencintai orang yang tidak kita kenal, kita harus kenal kepada Rasulullah kita harus tahu siapa Rasulullah ﷺ, kita harus mengetahui perjuangan, dakwahnya, usahanya sampai beliau meninggal dunia dari situ akan tumbuh kecintaan kepada Rasulillah ﷺ.

Dan yang ke empat kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulillah ﷺ adalah dengan cara menghidupkan Sunnah-sunnah beliau, bagaimana kita mengamalkan Sunnah beliau dalam kehidupan kita. Tidak hanya ketika kita shalat mengikuti Nabi ﷺ, tidak hanya ketika puasa, tidak hanya ketika melakukan  ibadah mahdhah, bahkan ketika kita menjalani kehidupan dalam rumah tangga, dalam aktivitas, dalam makan dan minum kita, dalam tidur kita, dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita selalu berusaha selalu mengikuti Sunnah kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Dan yang terakhir kita harus senantiasa duduk dan berkumpul dengan orang-orang yang mencintai Nabi ﷺ. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah dijaga oleh Allah ﷻ, dipelihara oleh Allah ﷻ, dirawat oleh Allah ﷻ, kalau kita cinta kepada Rasulullah, kita berharap mudah-mudahan kita dikumpulkan bersama Rasulullah ﷺ di dalam Jannah-Nya. Sebab seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by