• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Menghindari kesalah pahaman dalam penggunaan ‘Miss’, ‘Ms.’, dan ‘Mrs.’

Oleh: Maryono, S.Pd (English Teacher)

Pembedaan dalam penggunaan ‘Miss’, ‘Ms.’, atau ‘Mrs.’ pada sebagian penutur aslinya, dimaksudkan untuk memberi rasa hormat. Oleh karena itu, efek dari kesalahan dalam menggunakannya sedapat mungkin kita harus hindari. Jika tidak, beberapa efek negative mungkin saja terjadi. Terjadinya ketersinggungan dalam hati orang lain, atau penurunan imej/ kesan dari pihak yang memahaminya akan berujung pada kurangnya kepercayaan khalayak terhadap kualitas kita sebagai penutur. Padahal, membangun kepercayaan khalayak secara jujur itu tidak mudah.

Semoga panduan berikut ini akan membantu kita menghindari pemahaman yang salah dalam menggunakan ‘Miss’, ‘Ms.’, atau ‘Mrs.’. Meskipun demikian, sebagai muslim kita juga tidak boleh terburu-buru berprasangka negative atau su’udzon apabila kita menemukan ketidaksesuaian penutur dalam menggunakan ‘Miss’, ‘Ms.’, atau ‘Mrs.’. Telah adanya kebiasaan (yang mungkin tidak sesuai standar) dalam komunitas penutur tertentu harus menjadi pertimbangan untuk kita fahami.

Sebutan ‘Mrs.’ adalah sebutan bagi perempuan yang sudah (pernah) menikah. Pada awalnya, penggunaan sebutan ‘Mrs.’ diformulasikan dengan nama suami dari perempuan yang bersangkutan (seperti; Mrs. Jones, Mrs. John, dsb). Hal itu mungkin terjadi karena dipengaruhi tradisi atau cara pandang sosial yang berlaku di masyarakat penutur pada masa itu.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan, penggunaan sebutan ‘Mrs.’ disertai nama suami kemudian mengalami pergeseran dan perubahan. Dengan standardisasi penggunaan ‘Mrs.’ seperti disebutkan diparagraf sebelumnya, beberapa penutur Bahasa Inggris cenderung menghindari sebutan ini dan memilih menggunakan sebutan ‘Ms.’ Beberapa penutur sangat berhati-hati menyematkan ‘Mrs.’ kecuali mereka benar-benar yakin bahwa wanita tersebut tidak berkeberatan ataupun tersinggung. Sedangkan penggunaan “Miss” atau “Ms.” berlaku untuk wanita yang belum menikah atau wanita yang kita tidak tahu status perkawinannya. Ketika standardisasi tersebut kita berlakukan, kita tinggal memilih mana preferensi yang lebih nyaman digunakan bagi wanita yang kita tuju tersebut. Apakah menggunakan ‘Ms.’ atau ‘Miss’ yang wanita tersebut lebih welcome disematkan pada namanya.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Bantuan