• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

PEMBENTUKAN ADAB DAN AKHLAK TUJUAN UTAMA PENDIDIKAN ISLAM

oleh Mira Irmawati, S.H.I

Pendidikan adalah perkara yang sering diperdebatkan para pemikir, orang-orang shalih, ahli ilmu, dan bahkan para politisi. Sehingga otak mereka sibuk memperdebatkan batasan makna atau definisinya juga tujuan-tujuannya.

Pendidikan sangatlah penting bagi sebuah masyarakat terutama kaum muslimin, karena pendidikan merupakan sarana satu-satunya untuk meninggikan derajat kaumnya menuju derajat kebahagiaan dan kesempurnaan tertinggi. Walau kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Pendidikan secara umum bermakna setiap hal yang menunjukkan kepada pembentukan pribadi seseorang baik secara jasmani, akal, maupun akhlak mulai dari lahir hingga wafatnya.

Jika kita melihat faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan sangat banyak mempengaruhi kualitas pendidikan seorang an

ak. Orangtua yang melahirkan anak, iklim suatu lingkungan, kondisi geografis, rumah tempat dia bertumbuh kembang, kondisi ekonomi keluarga, tempat tinggalnya di kota atau di desa, saudara-saudara yang mereka bergaul dengannya, bacaan yang dibacanya, hukum yang menaunginya- otoriter atau demokrasi-, semuanya mempengaruhi pembentukan pendidikan anak.

Namun faktor-faktor ini dapat dikendalikan oleh faktor khusus di dalam diri anak dengan bantuan arahan orang dewasa di sekelilingnya untuk menjadikan mereka seorang yang sempurna secara akal dan bermanfaat bagi umat dan bangsanya.

Lalu sebetulnya tujuan pendidikan sendiri itu apa?

Apakah sekedar menjadikan seorang anak cerdas dan pintar? Atau ada tujuan lainnya?

Sebelum menuju kepada tujuan Pendidikan Islam, mari kita lihat tujuan pendidikan Indonesia menurut konstitusi:

  1. Tap MPRS No. XXVI/MPRS/1966

Menurut Tap MPRS No. XXVI/MPRS/1966 tentang Agama, pendidikan dan kebudayaan, tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan pembukaan UUD 1945.

  1. UU No. 2 tahun 1989

Dalam UU No. 2 tahun 1989 menjelaskan pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

  1. TAP.MPR No.II/MPR/1993

Menurut TAP.MPR No.II/MPR/1993 tentang GBHN dijelaskanbahwa tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertinggi semangat kebangsaan agar tumbuh manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab ataspembangunan bangsa.

  1. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Lain halnya dengan tujuan Pendidikan Islam menurut para ahli:

  1. Menurut al-Ghazali, tujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia dan akhirat. Manusia dapat mencapai kesempurnaan melalui ilmu untuk memberi kebahagiaan di dunia dan sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.
  2. Ibnu Khaldun berpendapat tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia.
  3. Asy syaibani yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah, “adanya perubahan yang positif yang ingin dicapai melalui sebuah proses atau upaya-upaya pendidikan, baik perubahan itu terjadi pada aspek tingkah laku, kehidupan pribadi dan masyarakat, dan lingkungan luas dimana pribadi itu hidup.”

Jika melihat tujuan para umat terdahulu dapat dilihat bahwa bahwa tujuan pendidikan itu adalah menjadikan anak ahli untuk melaksanakan hal yang penting untuk mewujudkan kebahagiaannya.

Bagi negara Yunani, pendidikan seni dan estetika lebih penting dari yang lainnya, maka tujuan pendidikan mereka adalah membentuk masyarakatnya menyukai seni, baik syair, musik, lukisan, dan sejenisnya.

Berbeda dengan Bangsa Romawi, fokus pendidikan mereka adalah pendidikan politik, strategi perang, dan hukum. Maka anak-anak difokuskan untuk melatih jasmaninya agar kuat, berlatih pedang dan perang, dan lainnya.

Negara Amerika saat ini memfokuskan tujuan Pendidikan mereka kepada Pendidikan teknologi dan ekonomi, untuk mewujudkan bahkan menguasai dunia dari segala bidang. Maka penggunaan teknologi canggih, pemberdayaan ekonomi, kerja sama luar negeri, dan politik menjadi isu yang santer di kalangan mahasiswa.

Negara jepang terkenal dengan budaya sopan santun dan adabnya, teknologi dan kualitasnya, karena dalam dunia Pendidikan mereka kejujuran dan etos kerja serta kedisiplinan sangat dipentingkan sehingga sumb

er daya yang dihasilkan berimbas kepada kualitas produk teknologi mereka.

Sementara kaum muslimin menjadikan kemampuan anak melaksanakan amalan dunia dan akhiratnya sebagai tujuan pendidikannya, kesempurnaan jiwa dan mentalnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah telah memberiku pendidikan (adab) maka ia adalah sebaik-baik pendidikanku.”

Dari ulasan beberapa tujuan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Tujuan Pendidikan suatu negara akan membentuk masyarakatnya sesuai yang diinginkan para penguasanya atau pimpinannya.
  2. Tujuan Pendidikan Islam telah jelas dan terarah oleh panduan al-Qur`an yang mulia serta tujuan utamanya adalah membentuk manusia yang beriman, bertakwa,dan beradab.
  3. Rujukan atau kiblat Pendidikan kaum Muslimin hendaknya bukan kepada negara-negara liberal dan sosialis, sebaiknya tetap berpegang teguh pada al-Qur`an dan sunnah juga berkiblat pada negara Islam lainnya terutama masyarakat Mekah.
  4. Setiap proses pendidikan hendaknya memperhatikan tujuan utama penciptaan manusia di muka bumi yaitu untuk beribadah kepada Allah semata.

Dari apa yang diuraikan diatas, tugas guru, orangtua, dan masyarakat sangatlah besar dan berat, pun tanggung jawab mereka bagi keberlangsungan pendidikan generasi shalihin. Maka mari bahu membahu menciptakan pendidikan yang berkeadaban untuk menuju kesempurnaan peradaban Islam. Wallahu a’lam.

  

  

 

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Butuh Bantuan