• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Siapakah Pemilik Sejati Hari Raya Idul Fitri?

Oleh : Agus Fatah

Insya Allah sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri 1442 H telah tiba, tentu kita merasa senang dan bahagia menyambutnya. Kita boleh saja senang dan bahagia menyambut, tapi jangan luput mengajukan pertanyaan kritis kepada diri sendiri, apakah kita pemilik sejati Hari Raya Idul Fitri ini?

Pertanyaan tentang siapakah pemilik sejati Hari Raya Idul Fitri menjadi berarti, karena bisa jadi kita bukan pemiliknya yang hakiki. Untuk mengetahui hal tersebut mari kita ikuti cuplikan kisah-kisah-berikut ini.

Suatu hari, di Hari Raya Idul Fitri Rasulullah SAW melihat ada seorang anak yatim yang menangis karena tidak punya baju baru. Kemudian Rasulullah menghibur anak tersebut, memberinya baju bagus untuk dipakainya dan menjadikan anak itu anak angkat beliau.

Sementara itu, Ali bin Abi Thalib RA di Hari Raya Idul Fitri keluar dari rumahnya menuju jalan sambil berteriak:

“Siapa diantara kalian yang diterima ibadahnya selama Ramadhan, maka aku ucapkan selamat, dan kepada kalian yang ditolak ibadahnya, maka aku turut berduka cita.

Sedangkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis karena tidak memberikan baju baru untuk putranya. Umar bin Al Aziz bertanya kepada putranya :

“Anakku, apakah kamu bersedih, karena tidak punya baju baru di hari raya Idul Fitri?”

“Tidak Ayah, aku tidak sedih tak punya baju baru, aku sedih jika ayah tidak ridho kepadaku”, jawab putra Umar bin Abdul Aziz.

Subhanallah, begitulah cara Rasulullah, Ali Bin Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz dan putranya memaknai dan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Semoga kita bisa seperti mereka.

Terkait siapa pemilik sejati Hari Raya Idul Fitri, Ibnu Mas’ud berkata:

“Laisa al’idu liman labisa aljadiid, innama al’idu liman thoo’atuhu tajid.”
” Laisa al’idu liman tajammala bi allibaasi wal markub, innama al’idu liman ghufiro lahu junuub.”

Artinya :

“Hari Raya Idul Fitri itu bukanlah milik mereka yang berbaju baru, tapi milik mereka yang ketaatannya bertambah”

“Hari Raya Idul Fitri itu, bukanlah milik mereka yang berhias diri dengan pakaian dan kendaraan baru, tapi milik mereka yang diampuni dosanya.”

“Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri, semoga kitalah pemilik sejati Hari raya ini, aamiin…”

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by