• info@annahl-islamic.sch.id
    021 – 29218282

Yuk Ajarkan Anak Keterampilan Hidup Sejak Dini

Oleh: Suwilin, S.Pd.I (TK An Nahl Islamic School)

Ada satu pertanyaan Orang tua Murid saat pembagian rapot Ananda di TK An Nahl Islamic School. Mrs…kenapa kegiatan di sekolah seperti pekerjaan rumah? Mencuci alat makan dan memasak (saat Funcooking), menakar kacang, menuang air dan memandikan bayi (di sentra Bahan Alam), melipat selimut, menyapu dan transaksi uang (di sentra Main Peran Besar), dll.

Betul sekali Ayah dan Bunda, kegiatan itu yang dinamakan membangun keterampilan hidup (life skill). Untuk apa keterampilan hidup? Anaknya masih kecil ini, usianya masih 2-5 tahun. Pada dasarnya setiap individu akan belajar sepanjang hayatnya. Sejak dilahirkan, bayi mulai belajar berbagai ketrampilan baru, seperti menghirup oksigen melalui hidung, belajar menghisap dan menelan ASI, keterampilan membuang hasil metabolisme tubuhnya, keterampilan tengkurap, menangis, serta keterampilan yang lainnya. Semua dilakukan untuk menstimulus tahapan perkembangannya.

Usia dini adalah usia keemasan bagi anak, dimana saat saat itulah, sel-sel otak berkembang dan saling terhubung satu sama lain. Apakah kita biarkan berkembang dengan sendirinya tanpa kita stimulus? Yaa…semua sel otak akan terhubung dengan seizin Allah Subhanahu wata’ala. Namun, kita sebagai mahluk ciptaanNya juga harus bersyukur dengan cara memberikan yang terbaik untuk mendukung tahapan perkembangan anak-anak kita. Hingga kelak menjadi pribadi yang sempurna (insan kamil) dan seorang pemimpin sholih-sholihah cerdas sukses bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya. Aamiin

Apa manfaatnya keterampilan hidup diajarkan pada anak usia dini?

  1. Anak belajar membedakan hak dan bathil melalui bermain di sentra Peran, berperan real sesuai dengan kenyataan misalnya saat berperan menjadi Ayah. Mereka belajar bagaimana menjadi sosok Ayah yang sebenarnya, Ayah yang baik, Ayah yang mengajarkan benar dikatakan benar, salah dikatakan salah.
  2. Anak belajar mengembangkan ibadah muamalah melalui kegiatan menakar kacang di sentra bahan Alam. Mereka belajar cara menimbang, mengukur secara real dan benar saat berinteraksi dengan temannya sesuai ketentuan syari’ah agama kita.
  3. Anak belajar mengenal batasan hak miliknya melalui kegiatan membangun di sentra balok yang hanya dibolehkan membuat bangunan di alasnya masing-masing. Mereka belajar terbiasa menggunakan hak miliknya tanpa mengambil hak orang lain.
  4. Anak belajar mengembangkan kemampuan berhitung, menulis, dan membaca saat berkegiatan di semua sentra. Terutama di sentra persiapan. Mereka belajar secara tidak langsung menulis ketika mereka menamai hasil karyanya, mereka belajar berhitung dan klasifikasi saat mereka merapikan mainannya, mereka belajar membaca saat menemukan kata yang ada di box mainannya. Mereka belajar mengenal angka saat bertransaksi jual beli di sentra main perannya.
  5. Anak belajar mandiri secara personal dan mampu menolong dirinya sendiri saat membuat kreasi di sentra seni. Mereka membangun daya tahan kemalangannya saat menemui kesulitan dan mereka membangun gagasan dan ide kreasinya sendiri.
  6. Anak belajar nilai-nilai agama melalui bermain di sentra Imtaq. Mereka mengenal kisah Nabi dan para sahabat, mengenal makna kehidupan, mengenal manfaat keberadaan dirinya bagi lingkungan dan keterkaitan dirinya dengan orang lain, mengenal angka arab, huruf-huruf hijaiyyah, mengenal rukun iman dan rukun Islam.
  7. Anak belajar mengenal emosi diri dan berbagai emosi orang lain melalui semua interaksi, komunikasi dan sosialisasi di sekolah baik dengan temannya maupun dengan gurunya.
  8. Anak secara otomatis membangun keterampilan motorik halus dan motorik kasarnya melalui berbagai kegiatan main. Semua pergerakan dari ujung rambut hingga ujung kakinya adalah untuk menstimulus tahapan perkembangannya.

Usia dini adalah bagaikan akar dari sebuah pohon.  Menanam pohon dari sebuah benih, kemudian dirawat, disiram, diberi pupuk, diatur sedemikian rupa maka akan tumbuh akar yang kuat yang meninggikan batang serta menyuplai cadangan air ke seluruh batang, daun, hingga menumbuhkan bunga dan buah yang lebat yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Begitu pula dengan keterampilan hidup yang kita ajarkan sejak usia dini, dilakukan ulang terus menerus akan terekam dialam bawah sadar mereka dan membuat sambungan myelin otak yang sempurna. insyaAllah. Setiap apa yang dilihat, dirasakan, diterima oleh anak usia dini adalah akan menjadi cermin bagi mereka. Yuk , berikan cermin terbaik untuk anak anak kita semua. Wallahu a’lam. Jazakumullah khoiron katsiron.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Open chat
Powered by